Pemdes Diminta Transparan, Warga Lakukan Pemblokiran Jalan

11422734_1036183143073637_656614982_n
Pemblokiran jalan menuju penambangan tras yang dlilakukan oleh Pemuda Karang Taruna Desa Terjan Kecamatan Kragan, Kamis (18-6-2015) pagi. Peminta Pemerintah Desa transparan terhadap pengelolaan keuangan desa

Kragan, rembangbangkit.com – Puluhan remaja yang tergabung dalam Remaja Karang Taruna Desa Terjan Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang lakukan pemblokiran jalan di desa setempat, Kamis (18-6-2015) pagi. Pemblokiran dilakukan akibat kurang transparansinya Pemerintah Desa (Pemdes) terkait keuangan desa.

Chomaruddin selaku Ketua Karang Taruna desa setempat mengatakan, pemblokiran ini dipicu adanya ketidak tranparan antara pemerintah desa terhadap remaja karang taruna. Desa kami setiap bulannya mendapatkan retribusi dari CSR paguyuban penambangan tras disekitar desa kami.

Dari informasi yang didapat bahwa setiap bulannya Desa Terjan Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang ini mendapatkan retribusi dari adanya penambangan tras yang ada di desa setempat. Besaran retribusi tersebut berjumlah Rp 10 juta setiap bulan yang diberikan oleh CSR paguyuban panambang.

“Untuk besaran retribusi itu sendiri dari bendahara Rp 10 juta, mulai bulan Agustus 2014 kami dari karang taruna mendapat sokongan dana dari hasil retribusi itu sebesar Rp 2,5 juta. Tapi kemarin sempat ada tutup jalan selama 2 bulan karena proses pembangunan, dari Kepala Desa mengatakan selama tutup tidak ada uang retribusi, tetapi dari pihak paguyuban uang retribusi tetap jalan”, ungkap Chomaruddin disela-sela pelaksanaan pemblokiran tadi pagi.

Pihaknya berharap, dengan adanya aksi pemblokiran semacam ini Pemerintah Desa yang digawangi Kepala Desa dapat lebih tranparan terhadap keuangan desa, sehingga para warga tahu bagaimana pemasukan dan pengeluaran keuangan desa.

Chomaruddin menambahkan, pihaknya tadi pagi telah bertemu dengan pihak pemerintah desa yang diwakili kepala desa. Ada beberapa hasil yang kita sepakati, mulai dari mau mengadakan musyawarah desa terkait transparansi pengelolaan keuangan desa, sampai pertemuan yang akan dilaksanakan oleh Pemdes, Karang Taruna dan pihak CSR Paguyuban Penambang.

Abdul Hadi selaku Kepala Desa setempat kepada wartawan mengatakan, selama setahun ini kami tetap melakukan pembagian retribusi kepada pihak Karang Taruna. Tapi memang diakhir-akhir ini, bulan Nopember – Desember itu dilaksanakan pembangunan jalan, sehingga tidak bisa dilewati truk dan libur.

“Karena memang dalam dua bulan itu libur, otomatis retribusipun libur. Tetapi dari pihak desa tetap mendorong kepada pihak CSR untuk tetap memberikan retribusi. Dan pihak desa bersama dengan CSR melakukan kesepakatan, bahwa yang dua bulan itu untuk operasioanal desa. Tapi dalam kenyataannya pihak Karang Taruna salah paham terkait retribusi dana dua bulan tersebut”, terang Abdul Hadi.

Dalam pantauan wartawan, pemblokiran jalan selama 2,5 jam tersebut mengakibatkan ratusan truk yang mau masuk dan keluar penambangan terhenti karena tidak bisa melewati jalan tersebut.

Penulis : M Aan Ainun Najib

Editor : M Aan Ainun Najib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *